Senin, 18 Januari 2010

Anjuran Menuntut Ilmu dalam Islam


May 23, '07 10:01 PM
for everyone

Islam merupakan agama yang punya perhatian besar kepada ilmu pengetahuan. Islam sangat menekankan umatnya untuk terus menuntut ilmu.

Dalam surat Ar-Rahman, Allah menjelaskan bahwa diri-Nya adalah pengajar (‘Allamahu al-Bayan) bagi umat Islam. Dalam agama-agama lain selain Islam kita tidak akan menemukan bahwa wahyu pertama yang diturunkan adalah perintah untuk belajar.

Ayat pertama yang diturunkan Allah adalah Surat Al-‘Alaq, di dalam ayat itu Allah memerintahan kita untuk membaca dan belajar. Allah mengajarkan kita dengan qalam – yang sering kita artikan dengan pena.

Akan tetapi sebenarnya kata qalam juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang yang dapat dipergunakan untuk mentransfer ilmu kepada orang lain. Kata Qalam tidak diletakkan dalam pengertian yang sempit. Sehingga pada setiap zaman kata qalam dapat memiliki arti yang lebih banyak. Seperti pada zaman sekarang, komputer dan segala perangkatnya termasuk internet bisa diartikan sebagai penafsiran kata qalam.

Dalam surat Al-‘Alaq, Allah Swt memerintahkan kita agar menerangkan ilmu. Setelah itu kewajiban kedua adalah mentransfer ilmu tersebut kepada generasi berikutnya. Dalam hal pendidikan, ada dua kesimpulan yang dapat kita ambil dari firman Allah Swt tersebut; yaitu Pertama, kita belajar dan mendapatkan ilmu yang sebanyak-banyaknya. Kedua, berkenaan dengan penelitian yang dalam ayat tersebut digunakan kata qalam yang dapat kita artikan sebagai alat untuk mencatat dan meneliti yang nantinya akan menjadi warisan kita kepada generasi berikutnya.

Dalam ajaran Islam, baik dalam ayat Qur’an maupun hadits, bahwa ilmu pengetahuan paling tinggi nilainya melebihi hal-hal lain. Bahkan sifat Allah Swt adalah Dia memiliki ilmu yang Maha Mengetahui. Seorang penyair besar Islam mengungkapkan bahwa kekuatan suatu bangsa berada pada ilmu. Saat ini kekuatan tidak bertumpu pada kekuatan fisik dan harta, tetapi kekuatan dalam hal ilmu pengetahuan. Orang yang tinggi di hadapan Allah Swt adalah mereka yang berilmu.

Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad Saw menganjurkan kita untuk menuntut ilmu sampai ke liang lahat. Tidak ada Nabi lain yang begitu besar perhatian dan penekanannya pada kewajiban menuntut ilmu sedetail nabi Muhammad Saw. Maka bukan hal yang asing jika waktu itu kita mendengar bahwa Islam memegang peradaban penting dalam ilmu pengetahuan. Semua cabang ilmu pengetahuan waktu itu didominasi oleh Islam yang dibangun oleh para ilmuwan Islam pada zaman itu yang berawal dari kota Madinah, Spanyol, Cordova dan negara-negara lainnya. Itulah zaman yang kita kenal dengan zaman keemasan Islam, walaupun setelah itu Islam mengalami kemunduran. Di zaman itu, di mana negara-negara di Eropa belum ada yang membangun perguruan tinggi, negara-negara Islam telah banyak membangun pusat-pusat studi pengetahun. Sekarang tugas kita untuk mengembalikan masa kejayaan Islam seperti dulu melalui berbagai lembaga keilmuan yang ada di negara-negara Islam.

Dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan bahwa orang yang mulia di sisi Allah hanya karena dua hal; karena imannya dan karena ketinggian ilmunya. Bukan karena jabatan atau hartanya. Karena itu dapat kita ambil kesimpulan bawa ilmu pengetahuan harus disandingkan dengan iman. Tidak bisa dipisahkan antara keduanya. Perpaduan antara ilmu pengetahuan dan iman akan menghasilkan peradaban yang baik yang disebut dengan Al-Madinah al-Fadhilah.

Dalam menuntut ilmu tidak mengenal waktu, dan juga tidak mengenal gender. Pria dan wanita punya kesempatan yang sama untuk menuntut ilmu. Sehingga setiap orang, baik pria maupun wanita bisa mengembangkan potensi yang diberikan oleh Allah Swt kepada kita sehingga potensi itu berkembang dan sampai kepada kesempurnaan yang diharapkan. Karena itulah, agama menganggap bahwa menuntut ilmu itu termasuk bagian dari ibadah. Ibadah tidak terbatas kepada masalah shalat, puasa, haji, dan zakat. Bahkan menuntut ilmu itu dianggap sebagai ibadah yang utama, karena dengan ilmulah kita bisa melaksanakan ibadah-ibadah yang lainnya dengan benar. Imam Ja’far As-Shadiq pernah berkata: “Aku sangat senang dan sangat ingin agar orang-orang yang dekat denganku dan mencintaiku, mereka dapat belajar agama, dan supaya ada di atas kepala mereka cambuk yang siap mencambuknya ketika ia bermalas-malasan untuk menuntut ilmu agama”.

Ajaran agama Islam yang menekankan kewajiban menuntut ilmu tanpa mengenal gender. Karena menuntut ilmu sangat bermanfaat dan setiap ilmu pasti bemanfaat. Kalau kita dapati ilmu yang tidak bermanfaat, hal itu karena faktor-faktor lain yang mempengaruhinya. Sedangkan ilmu itu sendiri pasti sesuatu yang bermanfaat.

Sumber :

Peran Perguruan Tinggi Dalam Meningkatkan Keberadapan Islam

Prof. Dr. Ayatullah Sayyid Hasan Sadat Mustafawi
(Rektor Islamic University of Teheran-Iran)

Prev: Perempuan bekerja menurut Islam
Next: Mengungkap kebesaran Allah dibalik DNA (2)

Selasa, 12 Januari 2010

liburan semester 1

kegiatan sehari-hari libur semester

jam 5 :00 bangun tidur & salat, membuat sarapan, & mandi
jam 7:30 sarapan , terus bersih" rumah
jam 8:30 nonton tv
jam 12;00 makan siang terus salat dzuhur
jam 13:00 tidur siang
jam 15:00 mulai tgl 4 sampai 10 les
jam 18;00 mandi, & salat
jam19:00 makan malam & nonton tv
jam 21;00 tidur

Kamis, 10 Desember 2009

Senin, 30 November 2009

Nama: Magaretha Ayu Wandira
Kelas; 9.6
Alamat: jln letnan murod rt07 rw03 km5 PLG
FS: -
FB: Thayu_smp19@yahoo.co.id
thatha aiu

Selasa, 24 November 2009

selamat hari guru

tidaklah muda mengukapkan sebuah kesalahan
satu titik berbuat seribu hal untuk dialami ....
malu untuk mengukapkan seperti sebuah lilin yang terjadi....
diriku tlah pernah berbuat salah kepadamu....
aku sadar tidaklha muda untuk mendidik ku,
mendidik anak dengan penuh kesadaran, mingkin terkadang engkau hilaf. tapi, aku sadar hal itu...
mendidik kami tidaklha muda, tapi terkadang membuat kesadaran terbesar yang membuatmu kesal...



selamat hari guru & trimakasi atas apa yang tlah kau berikan kepada kami

Senin, 09 November 2009

kesepian membuat hari hari ku sedih...
n mungkinkah dia akan kembali ..

Sabtu, 07 November 2009

tak bisa menfikan diri

andaikan kata bisa kutahan,
nafas bisa terhenti untuk sementara saja untuk membuktikan diriku di hatimu.
akankah engkau mengigatkan ku
ataupun engkau berpoya-poya dengan semua koleksi gelangmu
mungkin, aku salah tlah memikirkanmu berlebihan,
tapi aku tak bisa menahan semua ini

mungkinkah ada seseorang yang menyayangiku dan setia padaku...
andaikan saja semua terjadi di sisa harapanku
akan ku kejar di sela mimpi indah..
apabola tidak jangan membuat semua berharap...

kesalahanku

tidak ada ruang dalam sebuah kata
yang aku inginkan hanya lha kesenagan semata...
sulit rasanya untuk mengukapkan kesalahan,
tapi hanya itu yang bisa terjadi

aq terjerumus dalam sebuah magnet pergaulan bebas
yang menyulitkan aq untk mengukapkan semua

tapi, aq sering dihantui oleh perasaan takut
untuk mengukapkan tingkah ini

mungkinkah aku akan curhat kepada "keluarga ku"
tapi, aku takut
bukan tkut untuk mengatakan,
tapi yang kutakutkan mereka kecewa pada q

ya.. allah aq menyesal tlah mencoba dunia kebebasan
munkinkah semua bisa diulang kembali...

pasti,tidak....
karna itu lah terjadi n waktu tak dapat diputar kembali...

foto2 q

emosi isi hati

Semua kata habis disini
luapan hati mati
emosi kuasai diri
merubah iri jadi benci
Inilah Emosi isi hati
tentang warna-warni
kehidupan yang tersaji
dalam rangkaian hati
Ku coba menepis
yang masih tak bisa kutepis
untuk dosa agar menipis